Idealnya, latihan harus dilakukan setidaknya 30 menit sehari. Namun, beberapa orang cepat lelah walaupun 30 menit belum berlalu untuk berlatih.

Ya, benar-benar tidak cepat lelah ketika energi dan energi yang cukup dibutuhkan. Jadi, bagaimana Anda kuat selama sesi pelatihan?

Strategi Agar Tidak Cepat Lelah Saat Olahraga

  1. Dengarkan tubuh Anda

Tidak masalah jika Anda ingin melatih lebih banyak dan mendorong diri Anda untuk terus berlatih. Ini sebenarnya bisa membangun daya tahan tubuh secara perlahan. Tapi ingat, tubuh juga butuh istirahat.

Jika Anda benar-benar sudah merasa sangat lelah, yang Anda butuhkan adalah istirahat yang sepadan dengan latihan sebelumnya. Jangan memaksakan tubuh untuk terus berolahraga. Alih-alih meningkatkan resistensi, tubuh justru akan lebih malas.

Jika ini terjadi dan kinerja fisik Anda memburuk, berhentilah setidaknya untuk sehari. Anda dapat melakukan latihan yang lebih ringan dari biasanya, sehingga Anda tidak cepat lelah selama berolahraga, seperti berlari, bersepeda atau berenang.

  1. Perlahan-lahan tingkatkan intensitas

Agar tidak cepat lelah selama latihan, perlu secara bertahap meningkatkan intensitas latihan. Anda dapat memulai pelatihan dengan interval pendek seperti berlari, bersepeda atau berenang. Anda juga dapat melakukan jenis latihan lain seperti burpe, squat atau bahkan push up.

Anda juga dapat menambahkan pengulangan ke latihan Anda. Jika Anda terbiasa dengan itu, Anda akan dapat dan Anda tidak akan merasa lelah ketika Anda berlatih.

  1. Pertahankan durasi dan frekuensi latihan

Membiasakan diri dan memiliki program pelatihan reguler adalah kunci untuk tidak lelah saat pelatihan. Pada awalnya, Anda berolahraga dengan durasi yang sesuai dengan kemampuan Anda dan Anda tidak perlu memaksakan diri.

Namun, sekali lagi Anda harus menambahkan durasinya secara perlahan. Kunci untuk meningkatkan daya tahan adalah frekuensi dan durasi latihan yang Anda lakukan. Pastikan Anda tidak berolahraga hanya seminggu sekali.

Namun, perlu untuk memenuhi rekomendasi dari American College of Sports Medicine, yang melibatkan 3-5 latihan per minggu, yang masing-masing berlangsung sekitar 20 menit.

  1. Cobalah berbagai jenis olahraga

Ubah atau lakukan latihan yang tidak terlalu penting untuk membangun kekuatan dan daya tahan. Ini juga bisa dilakukan agar Anda tidak cepat lelah saat berolahraga.

Tubuh Anda akan terbiasa dengan latihan yang Anda lakukan setelah dua minggu. Dengan cara ini, Anda bisa berlatih olahraga lain. Misalnya, jika Anda biasanya berolahraga, Anda dapat mulai berlatih muay thai atau Anda dapat mengganti sepeda dengan berjalan naik dan turun tangga. Berlatih berbagai olahraga seperti ini dapat membantu otot lain berkembang lebih banyak.

Baca Juga :

Pengertian Fermentasi – Fungsi, Manfaat dan Contohnya
Sistem Periodik Unsur Kimia